Mengenal Lebih Dekat

Identitas & Sejarah

Akar Perjuangan

Perjalanan Sejak 1934

"Didirikan di tengah gejolak perjuangan, madrasah ini lahir dari semangat keikhlasan para kiai untuk mencerdaskan umat."

Desa Bageng semula merupakan pedukuhan dari Desa Plukaran. Nama Bageng diambil dari panggilan Ki Suro Genthi, kepala dukuh yang dikenal masyarakat sebagai Embah Ageng. Semangat menolak penjajahan telah tumbuh sejak awal berdirinya desa dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Foto Historis
Gedung Lama Madrasah

KH Dawud (1860–1965) merupakan ulama pertama yang menyiarkan agama Islam di Bageng. Bersama para ulama, antara lain KH Ali Isran, KH Dahlan, KH Hasyim, dan KH Zaini, bentuk pendidikan agama kemudian ditingkatkan menjadi madrasah pada tahun 1934.

Masa Perjuangan Kemerdekaan (1934–1945)

Pendidikan diberikan pada siang dan malam hari di masjid, musala, atau rumah kiai. Setiap desa diminta mengirim sedikitnya dua santri untuk dipersiapkan menjadi kader penyiar Islam. Tekanan penjajah justru menjadi cambuk untuk memperkuat semangat mencapai kemerdekaan.

Masa Mempertahankan Kemerdekaan (1945–1950)

Bageng menjadi pusat pendidikan dan pergerakan sehingga berulang kali menjadi sasaran. Pada masa pemberontakan PKI Muso, para ulama Bageng masuk daftar hitam. Saat agresi Belanda kedua, Bageng diserang dari darat dan udara. KH Zaini, salah satu pejuang dan pendiri madrasah, gugur bersama dua anggota ABRI, Darimin dan Wahman.

Pembinaan Setelah Penyerahan Kedaulatan

Sejak tahun 1950 pendidikan kembali dipergiat dengan nama Madrasah Islamiyah. Madrasah Tsanawiyah dibuka pada 1 April 1961 dan disempurnakan pada 20 Desember 1969 menggunakan kurikulum Departemen Agama. Madrasah Aliyah kemudian dibuka pada 2 Januari 1971.

Berdirinya Monumen Perjuangan

Pada tahun 1975, Bupati Pati Drs. Rustamsantiko mengakui peranan Bageng sebagai pusat strategi dan pemerintahan militer tingkat karesidenan. Atas usulan KH Ali Isran, monumen perjuangan di Bageng diwujudkan dalam bentuk perguruan Islam bernama Mujahidin.

Prasasti monumen ditanam pada dinding madrasah dan diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. A. Mukti Ali, M.A., pada 31 Oktober 1975.

The Vision

Menciptakan peserta didik yang cerdas, terampil, berakhlak mulia, dan berhaluan Ahlussunah Wal Jamaah.

Our Missions
01

Menyelenggarakan pendidikan dengan pembelajaran yang efektif dan berkualitas dalam pencapaian prestasi akademik.

02

Menciptakan suasana agamis dan Sunni di madrasah.

03

Menumbuhkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang berpotensi tinggi kepada seluruh warga madrasah.

04

Menyelenggarakan pembinaan dan pembiasaan pengamalan keagamaan secara kontinu kepada peserta didik.

05

Menyelenggarakan pembinaan dan pelatihan olahraga serta kreativitas seni secara intensif untuk mengoptimalkan minat dan bakat peserta didik.

06

Menumbuhkan dan membiasakan akhlakul karimah pada warga madrasah.

H. Nur Cholis, S.Pd.I.

H. Nur Cholis, S.Pd.I.

Kepala Madrasah

Pesan Utama

Sambutan Kepala Madrasah

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena rahmat dan hidayah-Nya website MTs PIM Mujahidin Bageng Kecamatan Gembong Kabupaten Pati dapat disusun dan diterbitkan. Secara garis besar website ini berisi tentang organisasi, visi, misi, dan tujuan MTs PIM Mujahidin Bageng, dilengkapi dengan artikel tentang madrasah dan artikel Islami.

Semoga dengan dirilisnya website ini, Madrasah Tsanawiyah PIM Mujahidin Bageng semakin “Mberkahi”: Mujahidin yang berwawasan, berkarakter Sunni, dan berprestasi. Amin.

H. Nur Cholis, S.Pd.I. — Kepala Madrasah

Organisasi

Struktur Pengurus Madrasah

Sinergi kepemimpinan untuk mewujudkan visi madrasah yang unggul.

Kepala Madrasah

Jamil Minwar, S.Ag.

Pendidik

Tenaga Kependidikan

Guru

Abdul Hakim, S.Pd.Si.

Ipa

Guru

Abdullah Chasan

Informatika

Guru

Ahid Nabhan

Ke-Nu-An

Guru

Anfasya Fadhila Viranica, S.Sos.

Kewarganegaraan

Mari Berkontribusi
Membangun Generasi Bangsa